Cached version of: www.insist.or.id (Indonesia) Show the rank of www.insist.or.id, or visit it (external link) Title: "INSIST Rumah"
Body: Rumah | Tentang INSIST | Struktur & Mekanisme | A n g g o t a | Mitra Kerja | Kontak Kami | Web Mail Jumat, 15 April 2011 Tapak Anggota YPRI | LPTP | Wisnu | YSIK | Baileo | Mitra Aksi | INSISTPress | KAWANUSA | REMDEC (in other window) Select Language: English Arsip Arsip 2011 Arsip 2010 Arsip 2009 Arsip 2008 Arsip 2007 Arsip 2006 Tajuk Hangat Pukul 17:02 WIB, 26 Oktober 2010, gunung berapi paling aktif di dunia, Merapi, meletup lagi, setelah letusan terakhir pada tahun 2006 lalu bersamaan dengan gempa-bumi besar yang melanda daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Tidak seperti sebelumnya yang selalu lebih mengarah ke utara dan barat, semburan awan panas (wedhus gembel) dan tumpahan lahar nya kali ini lebih banyak mengarah ke arah selatan-tenggara, menghancurkan paling sedikit tiga kampung terdekat, termasuk Kinahrejo, kampung Sang Juru Kunci legendaris, Mbah Marijan (83). Pak Tua itu pun menjadi korban tewas bersama 34 orang lainnya---29 penduduk; 3 relawan; 1 wartawan dan 2 Mr X (Sumber PMI Posko Utama Pakembinangun 281010). Ratusan warga di sepanjang Lingkar Satu daerah bencana, kini mengungsi ke barak-barak penampungan di beberapa titik dalam kawasan Lingkar Dua. Sekretariat INSIST di Kampus Perdikan, Dukuh Sambirejo, Desa Pakembinangun, sekitar 12 kilometer dari kaki Merapi dan berada persis di garis-batas kawasan Lingkar Satu dan Lingkar Dua, segera melakukan serangkaian tindakan cepat tanggap-darurat. Anda dapat mengikuti berbagai perkembangan keadaan di daerah bencana dan kegiatan-kegiatan perbantuan kemanusiaan, khususnya yang dilaksanakan oleh Tim Relawan Kemanusiaan (TRK) INSIST tersebut disana sejak sekarang... DATA PENGUNGSI BANTUAN BARANG SUMBANGAN DANA NERACA KEUANGAN ORGANISASI & WILAYAH KERJA GAMBAR-GAMBAR ⇒ Campursari Gallery
BANTUL, Ruined houses1 Kesukaan Lower Low Normal High Higher [- Jarak Verdana Tahoma Helvetica sans-serif [- Huruf Ukuran:# Maklumat STATUS MERAPITURUN DARI LEVEL 3 (SIAGA) KE LEVEL 2 (WASPADA) Terhitung mulai hari Kamis tanggal 30 Desember 2010, status Gunung Merapi diturunkan menjadi Level 2 (Waspada). Sikap Setengah Hati Pemerintah yang Tak Kunjung Usai Selasa, 11 Januari 2011, 00:15:21 WIB Pemerintah nampaknya menyadari betapa negara yang berada di atas wilayah "panas" Cincin Api ini, terus dan masih akan dilanda bencana. Pemerintah juga menyadari ketidakmampuannya menghadapi kompleksitas persoalan yang telah dan akan mereka hadapi dalam program-program penanggulangan bencana yang memang multi sektor. Menyadari hal itu nampaknya pemerintah kemudian mencoba mengembangkan partisipasi masyarakat non-negara baik dari kalangan NGO, Perguruan Tinggi, maupun profesional lainnya, yang setidaknya mereka lakukan di aras Undang-Undang Penanggulangan Bencana. Namun fakta berbicara lain. selengkapnya ⇒ Pemerintah: Hingga Kapan Kebingungan Kalian? Selasa, 4 Januari 2011, 00:20:30 WIB Logikanya, setelah ketentuan status bencana ini, barulah ditentukan tindakan-tindakan tanggap darurat, pemulihan dan rehabilitasi. Implikasi dari penentuan status dan aksi-aksi turunannya adalah pendanaan (alokasi budget). Memang, tanpa ada penetapan status sesuai aturan itupun, kegiatan tanggap darurat di masyarakat bisa terjadi secara spontan begitu saja. Solidaritas antar warga bisa berlangsung tanpa campur tangan pemerintah. Hanya saja, bagi tindakan-tindakan pemulihan yang biasanya akan memakan waktu panjang, diperlukan suatu kebijakan yang didasari oleh aturan yang ada. Apalagi program pemulihan memang pasti akan memerlukan sumberdaya yang besar. Agar kemudian, setidaknya, masyarakat tahu bahwa negara memang benar-benar berfungsi bagi warganya. selengkapnya ⇒ SELAMAT NATAL & TAHUN BARU Jumat, 24 Desember 2010, 22:08:50 WIB selengkapnya ⇒ SKEMA KHUSUS FILANTROPI LOKAL: CONTOH AWAL DI DUSUN KENINGAR Senin, 20 Desember 2010, 22:24:03 WIB "...Tolong dibuat daftar kebutuhannya yang lebih rinci dengan rencana biayanya. Saya akan memberitahu teman-teman saya untuk ikut membantu", demikian penggalan layanan pesan singkat (SMS) kepada Eko Istiyanto dan Ilham Syaiful Huda, Kordinator dan Anggota TRK-INSIST di Pos Lapangan Magelang, pada hari Senin siang, 20 Desember 2010. Pesan itu dikirimkan oleh seorang ibu di Jakarta, Mila Kasalan (pada gambar, berkaos putih di tengah), untuk membantu perbaikan kerusakan rumah warga di Dusun Keningar, salah satu dusun korban bencana Merapi di pedalaman Kabupaten Magelang. Dusun ini adalah juga salah satu dari 14 dusun terpilih sebagai lokasi kerja tahap rekonstruksi TRK-INSIST. Pesan itu merupakan tindak-lanjut dari kunjungan Ibu Mila --dan beberapa orang ibu rekannya-- pada hari Sabtu, 18 Desember 2010, ke Dusun Keningar. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk skema rekonstruksi oleh TRK-INSIST, yakni skema khusus yang mencoba mengerahkan sumber-sumber filantropi lokal untuk membantu tahap rekonstruksi secara terfokus pada satu lokasi tertentu, baik secara keseluruhan maupun hanya pada satu aspek tertentu saja sesuai dengan kemampuan. Misalnya, pada satu unit pemukiman terkecil (RT atau dusun) dengan prioritas pada pemulihan prasarana dasar tertentu (seperti perbaikan rumah warga atau pembangunan sarana air bersih, dan sebagainya). selengkapnya ⇒ ← → INSIST Jalan Kaliurang KM18, Padukuhan Sempu, Dusun Sambirejo, Desa Pakembinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta
| |
Rankiva is neither responsible for the content of the cached version nor affiliated with the website
|
|